62post, Jakarta – Partai Berkarya resmi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pertamanya yang berlangsung selama tiga hari, dari Kamis (30/10) hingga Sabtu (1/11), di Hotel Golden Boutique, Kemayoran, Jakarta. Kegiatan ini mengusung tema besar “Konsolidasi Kebangkitan dan Kemenangan Partai Berkarya untuk Indonesia” dan dilaksanakan secara hibrida, menggabungkan partisipasi langsung dan daring.
Munas ini diikuti oleh seluruh jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), serta 390 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari seluruh Indonesia. Ribuan kader Partai Berkarya tampak antusias mengikuti jalannya acara baik di lokasi maupun melalui platform virtual yang telah disiapkan panitia.
Ketua Umum Partai Berkarya, Muchdi Purwopranjono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya Munas ini sebagai momentum kebangkitan partai menuju konsolidasi yang lebih solid. Ia mengingatkan kembali sejarah terbentuknya Partai Berkarya dari penggabungan Partai Nasional Republik dan Partai Beringin Karya pada tahun 2018.
“Partai Berkarya pernah berpartisipasi dalam Pemilu 2019 dan berhasil meraih hampir 400 kursi DPRD kabupaten dan provinsi. Ini adalah bukti bahwa semangat perjuangan kader Partai Berkarya masih kuat dan terus hidup di tengah masyarakat,” ujar Muchdi di hadapan para peserta Munas.
Lebih lanjut, Muchdi menekankan bahwa berpolitik sejatinya adalah bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. “Berpolitik adalah bentuk pengabdian, sebagaimana yang dicontohkan oleh para pahlawan angkatan 45. Tujuan utama kita adalah menyejahterakan rakyat, mengurangi kemiskinan, dan memberikan manfaat bagi sesama,” tegasnya.
Agenda Munas Partai Berkarya kali ini meliputi sejumlah kegiatan penting, antara lain pembukaan, laporan panitia, sambutan-sambutan, pemilihan pimpinan sidang, pengesahan tata tertib, laporan pertanggungjawaban DPP sebelumnya, serta pandangan umum dari seluruh DPW.
Selain itu, para peserta juga akan membahas program kerja strategis partai untuk lima tahun ke depan, termasuk strategi menghadapi Pemilu 2029. Salah satu agenda utama Munas adalah pemilihan kepengurusan DPP Partai Berkarya periode 2025–2030 yang diharapkan dapat membawa semangat baru bagi kader di seluruh Indonesia.
Panitia pelaksana Munas memastikan kegiatan berjalan tertib dan transparan dengan menerapkan sistem akreditasi bagi peserta dan pemantau. Pelaksanaan secara hibrida juga memungkinkan kader di daerah terpencil untuk tetap berpartisipasi aktif dalam setiap sesi sidang.
Suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan terasa kuat selama kegiatan berlangsung. Para peserta dari berbagai daerah saling bertukar pandangan dan menyampaikan aspirasi guna memperkuat posisi Partai Berkarya dalam peta politik nasional.
Munas pertama Partai Berkarya ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan partai. Dengan semangat konsolidasi dan kebangkitan, Partai Berkarya menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai kekuatan politik yang mengedepankan kesejahteraan rakyat dan persatuan bangsa.
Pimpinan Redaksi : Ando Hoinho Manihuruk















