Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 1.053 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa buruh yang digelar oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Aksi tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 29 hingga 30 Desember 2025, bertempat di depan Gedung Danareksa, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Pengamanan aksi buruh ini dilakukan sebagai langkah antisipasi guna memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Berdasarkan perkiraan, jumlah massa aksi mencapai sekitar 2.000 orang yang berasal dari berbagai elemen serikat pekerja.
Sebelum pelaksanaan pengamanan, Polres Metro Jakarta Pusat terlebih dahulu menggelar Tactical Wall Game (TWG) dan apel pelayanan aksi unjuk rasa. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, S.H., S.I.K., M.Si.
Apel dan TWG dilaksanakan di kawasan Cawan Silang Monas Barat Daya, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, dan dimulai sejak pukul 07.02 WIB. Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya profesionalisme, sikap humanis, serta pendekatan persuasif dalam mengamankan aksi buruh.
Untuk memaksimalkan pengamanan, kepolisian membagi wilayah pengamanan ke dalam tiga sektor utama. Ketiga sektor tersebut meliputi kawasan Jalan Merdeka Barat, Merdeka Selatan, dan Merdeka Utara yang menjadi titik-titik strategis di sekitar lokasi aksi.
Pengamanan melibatkan personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Satuan Brimob, satuan fungsi Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran Polsek. Seluruh personel ditempatkan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing sektor.
Dengan pengamanan yang terkoordinasi dan terencana, Polres Metro Jakarta Pusat berharap aksi buruh yang digelar KSPI dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Kepolisian juga mengimbau kepada seluruh peserta aksi untuk tetap mematuhi peraturan dan menjaga ketertiban umum demi kenyamanan bersama.
Pimpinan Redaksi: Ando Hoinho Manihuruk















