banner 728x250

Munas Partai Berkarya Hari Kedua: DPW Dukung Duet Muchdi–Irmanjaya Pimpin Partai Menuju Pemilu 2029

banner 120x600
banner 468x60

62post, Jakarta — Musyawarah Nasional (Munas) Partai Berkarya yang digelar di Golden Boutique Hotel, Jakarta, memasuki hari kedua pada Jumat (31/10/2025). Agenda utama hari ini adalah Sidang Pleno Paripurna II yang menjadi momen krusial dalam menentukan arah kepemimpinan partai lima tahun ke depan. Sidang tersebut dijadwalkan membahas pemilihan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal baru yang akan menakhodai partai menuju Pemilu 2029.

banner 325x300

Sejak pagi, suasana di lokasi Munas tampak dinamis. Para peserta dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) seluruh Indonesia hadir dengan penuh semangat, membawa aspirasi dan harapan agar Partai Berkarya dapat bangkit dan kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di tingkat nasional. Mayoritas DPW dikabarkan menyuarakan dukungan kuat kepada duet Muchdi Purwopranjono sebagai Ketua Umum dan Irmanjaya sebagai Sekretaris Jenderal.

Dukungan ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan terhadap kepemimpinan Muchdi dan Irmanjaya yang dinilai mampu membawa partai ke arah yang lebih solid dan progresif. “Kami menilai kepemimpinan Muchdi–Irmanjaya sudah teruji. Mereka memahami dinamika internal partai dan punya visi jelas untuk masa depan,” ujar salah satu perwakilan DPW dari Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Irmanjaya menyampaikan bahwa Partai Berkarya akan terus berjuang menjadi wadah politik yang berpihak kepada rakyat. Ia menegaskan partai memiliki komitmen untuk memperjuangkan suara bangsa, namun tetap berperan sebagai penyeimbang pemerintah. “Kita menyuarakan suara bangsa, suara yang diinginkan oleh rakyat, tetapi kita juga sebagai penyeimbang pemerintah, tidak kontra terhadap pemerintah,” tegasnya.

Selain pemilihan pimpinan baru, Munas hari kedua ini juga menjadi ajang untuk mengesahkan sejumlah perubahan penting dalam struktur organisasi dan simbol partai. Salah satu keputusan yang paling mencuri perhatian adalah perubahan logo partai, dari sebelumnya pohon beringin menjadi burung elang.

Perubahan logo tersebut disebut sebagai simbol semangat baru Partai Berkarya. Burung elang dipilih karena dianggap mencerminkan kekuatan, ketajaman visi, dan keberanian untuk terbang tinggi meraih kesuksesan di tahun 2025 dan seterusnya. “Elang adalah simbol kebebasan dan ketangguhan. Itulah semangat yang ingin kami tanamkan kepada seluruh kader,” ujar salah satu panitia Munas.

Muchdi Purwopranjono, dalam pidatonya di hadapan peserta Munas, menekankan pentingnya konsolidasi dan kebersamaan antar-kader. Ia menilai bahwa kemenangan partai tidak dapat diraih tanpa kerja keras dan loyalitas seluruh jajaran, dari tingkat pusat hingga daerah. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan tokoh. Semua kader harus bergerak, karena kemenangan politik adalah hasil kerja kolektif,” ujarnya.

Partai Berkarya menargetkan untuk menjadi peserta resmi Pemilu mendatang dan menempatkan diri dalam lima besar partai politik nasional. Ambisi ini, menurut Muchdi, bukan hal mustahil jika partai mampu memanfaatkan momentum dan membangun komunikasi politik yang baik dengan masyarakat.

Munas Partai Berkarya kali ini juga diwarnai dengan berbagai sesi diskusi strategis mengenai arah kebijakan partai, strategi komunikasi publik, serta upaya memperkuat basis dukungan di daerah. Para peserta menyampaikan berbagai rekomendasi yang nantinya akan dirumuskan dalam keputusan akhir Munas.

Dengan semangat baru dan dukungan mayoritas DPW terhadap duet Muchdi–Irmanjaya, Partai Berkarya tampak optimistis menghadapi masa depan. Munas hari kedua ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi kebangkitan partai, membawa semangat “berkarya untuk bangsa” menuju babak baru perpolitikan Indonesia.

Pimpinan Redaksi Ando Hoinho Manihuruk

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *