banner 728x250
Lainya  

“Bertaut Rindu” Film Keluarga Sarat Pelajaran Hidup, Sukses Menyentuh Hati Penonton di Pekan Pertama Penayangannya

banner 120x600
banner 468x60

62post, Jakarta,  — Film drama keluarga remaja Bertaut Rindu yang disutradarai Rako

banner 325x300

Prijanto dan diproduksi oleh SinemArt berhasil mencuri hati penonton sejak resmi tayang di

bioskop pada 31 Juli 2025. Dalam empat hari penayangan, puluhan ribu penonton telah

memenuhi kursi bioskop di berbagai kota, dari Jakarta, Depok, Tangerang, hingga Bekasi dan

keluar dari studio dengan hati yang hangat, mata berkaca-kaca, dan perasaan yang bercampur

aduk. Banyak dari mereka yang mengaku dibuat salting, terenyuh, hingga menangis karena

merasa begitu dekat dengan kisah yang disuguhkan.

Mengangkat dinamika hubungan antara anak dan orang tua, Bertaut Rindu tak hanya

menghadirkan hiburan, tetapi juga menggugah penonton untuk lebih jujur terhadap perasaan

yang kerap sulit diutarakan kepada keluarga. Lewat perjalanan karakter Jovanka yang

diperankan oleh Adhisty Zara dan Magnus yang diperankan oleh Ari Irham, film ini menyentuh

sisi-sisi rapuh yang seringkali terpendam tentang mimpi yang tidak selalu mendapat restu,

tentang keinginan untuk dipahami, dan tentang rasa cukup yang terus dicari.

Bertaut Rindu layak menjadi pilihan tontonan karena ia berbicara langsung pada hati banyak

orang, terutama mereka yang sedang tumbuh, mencari arah, atau ingin memperbaiki hubungan

dengan orang tua. Bagi kamu yang punya passion namun sering merasa tidak mendapat

dukungan, kisah Magnus dan Jovanka akan terasa begitu dekat. Film ini menunjukkan betapa

pentingnya memperjuangkan mimpi, bahkan saat orang-orang yang paling kita harapkan justru

belum tentu bisa memahami.

Film ini juga menyentuh kegelisahan yang banyak dirasakan anak muda hari ini: perasaan tidak

cukup, tidak pantas, dan tekanan untuk selalu tampak baik-baik saja. Lewat narasi yang jujur,

Bertaut Rindu memberi ruang untuk mengenali kembali harga diri dan identitas, serta keinginan

sederhana untuk merasa dianggap layak.

Tak hanya itu, film ini juga bisa menjadi jembatan untuk kamu yang ingin lebih dekat dan jujur

dengan orang tua. Dengan kisah yang hangat dan emosional, Bertaut Rindu membuka

kemungkinan bagi obrolan-obrolan penting yang selama ini sulit dimulai. Tontonan ini cocok

dinikmati bersama keluarga untuk saling memahami, menumbuhkan empati, dan

mengungkapkan rasa sayang yang mungkin jarang terucap.

Terakhir, film ini adalah cara yang manis untuk bilang “terima kasih” kepada support system

yang setia menemani. Entah itu sahabat, guru, pasangan, atau siapa pun yang hadir di

masa-masa sulit, Bertaut Rindu mengingatkan kita bahwa mereka layak diapresiasi karena tidak

semua orang seberuntung itu memiliki tempat kembali.

Film ini sempat menghadirkan instalasi emosional bertajuk Surat untuk Diriku di Masa Lalu,

yang mengumpulkan lebih dari 500 surat yang ditulis penonton dalam diam, bukan untuk orang

lain, melainkan untuk diri sendiri di masa lalu. Surat-surat tersebut berisi tentang harapan yang

tertunda, penyesalan yang belum termaafkan, impian yang belum berani dikejar, hingga rasa

syukur atas masa lalu yang penuh luka. Sebuah ruang refleksi bersama yang mengajak penonton

berdamai dengan diri. Ada juga kegiatan Puisi on The Spot bersama penyair muda Hamzah

Muhammad, yang menyuarakan emosi penonton lewat rangkaian kata. Selain itu, film Bertaut

Rindu menyediakan Ruang Bertaut Rindu, di mana dua orang tak saling kenal saling

mencurahkan perasaan mereka tanpa saling melihat satu sama lain. Air mata yang selama ini

tertahankan, tumpah saat bercerita dengan orang asing. Diikuti oleh lebih dari 200 orang. Ketiga

kegiatan ini semakin menguatkan pesan menyentuh dari film Bertaut Rindu.

Dalam rangka menyapa penonton secara langsung, tim Bertaut Rindu melakukan cinema visit ke

berbagai bioskop di wilayah Jabodetabek. Kehadiran para pemain dan kru disambut dengan

hangat. Remaja, ibu-ibu, hingga bapak-bapak tampak memenuhi studio. Banyak di antara

mereka yang tertawa, terdiam, hingga memeluk satu sama lain setelah film usai, seolah

menemukan cara baru untuk memahami dan saling mengungkapkan rasa yang selama ini hanya

disimpan diam-diam.

Film ini menjadi tontonan penting bagi keluarga, terutama para orang tua, karena mampu

menjadi jembatan komunikasi antara generasi. Kisahnya yang hangat dan emosional memantik

perbincangan yang selama ini sulit dimulai, terutama soal dukungan, kepercayaan, dan

keberanian anak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Bertaut Rindu merupakan adaptasi dari novel karya Tian Topandi, pemenang The Writers

Show (TWS) Gramedia Writing Project (GWP) 2021, yang diterbitkan oleh Penerbit Buku

Kompas. Sepanjang film, penonton akan diajak tersenyum sendiri, tertawa lepas, hingga larut

dalam tangis yang haru yang melegakan. Pengalaman emosional ini semakin lengkap dengan

kehadiran lagu soundtrack berjudul “Seiring”, yang dinyanyikan oleh Jasmine Nadya,

diciptakan dan aransemen Denny Indrajaya dan Ryan Pitna, diproduksi oleh Sinemart

Indonesia, dan telah dirilis sejak Maret 2023.

Bertaut Rindu juga menghadirkan promo spesial berupa beli 1 gratis 1 tiket, yang berlaku
mulai 31 Juli hingga 6 Agustus 2025. Promo ini ditujukan agar semakin banyak keluarga dapat
menikmati film ini bersama-sama, dengan kuota terbatas.
Untuk keluarga yang saling sayang tapi sering diam, Bertaut Rindu bisa menjadi alasan untuk
kembali bicara. Ajak mereka yang kamu sayangi dan tonton Bertaut Rindu di bioskop.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *