Jakarta, 62post — PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose Tahun 2026 pada Senin (15/6/2026). Dalam agenda tersebut, manajemen menyampaikan capaian kinerja perusahaan sepanjang tahun buku 2025 sekaligus memaparkan strategi bisnis untuk menghadapi tantangan industri pelayaran pada 2026.
Manajemen perseroan menyebut tahun 2025 sebagai periode transformasi penting bagi perusahaan. Selain berhasil melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO), perseroan juga mampu memperkuat struktur keuangan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Dari sisi kinerja usaha, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp52,89 miliar dengan laba operasional sebesar Rp18,10 miliar. Di tengah tantangan industri pelayaran dan meningkatnya biaya operasional, perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas dan keberlangsungan usaha secara sehat.
Salah satu pencapaian yang menjadi perhatian adalah peningkatan laba komprehensif sebesar 461,58 persen menjadi Rp97,31 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp17,33 miliar. Peningkatan tersebut dinilai mencerminkan semakin kuatnya posisi keuangan perseroan.
Selain itu, aset tidak lancar meningkat 133,33 persen menjadi Rp154,22 miliar, sejalan dengan penguatan kapasitas dan aset operasional perusahaan. Total liabilitas juga mengalami peningkatan sebesar 279,40 persen menjadi Rp319,72 miliar dibandingkan Rp84,27 miliar pada tahun sebelumnya.
Manajemen menjelaskan, peningkatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya struktur permodalan perusahaan yang memberikan ruang bagi perseroan untuk menjalankan strategi pertumbuhan dan pengembangan usaha secara berkelanjutan.
“Secara keseluruhan, kinerja keuangan tahun 2025 menunjukkan bahwa perseroan tidak hanya berhasil menjaga keberlangsungan operasional, tetapi juga memperkuat fundamental keuangan sebagai landasan untuk menciptakan pertumbuhan usaha yang sehat,” ujar manajemen dalam pemaparannya.
Perseroan juga mencatat kinerja operasional yang stabil sepanjang tahun 2025. Stabilitas tersebut didukung oleh tingkat utilisasi armada yang tetap terjaga melalui kontrak kerja sama dengan berbagai mitra industri.
Kondisi tersebut dinilai menjadi pondasi penting dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus memperkuat ketahanan bisnis di tengah perkembangan ekonomi global dan persaingan usaha yang semakin kompetitif.
Perusahaan juga terus menjaga kualitas pelayanan dan ketepatan waktu pengiriman kepada pelanggan dari berbagai sektor industri, termasuk pertambangan, energi, konstruksi, dan infrastruktur yang selama ini menjadi pasar utama perseroan.
“Dengan pengalaman operasional yang dimiliki serta komitmen terhadap kualitas pelayanan, perseroan optimistis dapat terus menjaga kinerja operasional yang sehat dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan usaha di masa mendatang,” lanjut manajemen.
Dalam public expose tersebut, manajemen juga memaparkan tantangan industri pelayaran nasional pada tahun 2026. Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga bahan bakar, peningkatan biaya operasional, serta persaingan usaha yang semakin kompetitif.
Selain itu, pelanggan saat ini dinilai semakin menuntut layanan yang cepat, efisien, dan tepat waktu sehingga mendorong pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional.
Meski demikian, perseroan memandang tantangan tersebut sebagai bagian dari dinamika bisnis yang harus dikelola dengan penguatan operasional, peningkatan produktivitas armada, serta pengelolaan risiko yang efektif.
Perseroan juga melihat sejumlah faktor yang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri pelayaran nasional pada 2026. Di antaranya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap positif, pertumbuhan sektor logistik nasional, meningkatnya distribusi barang kebutuhan pokok dan komoditas strategis, serta aktivitas sektor energi dan pertambangan yang diperkirakan terus meningkat.
Untuk mendukung pertumbuhan usaha, perseroan menyiapkan sejumlah strategi bisnis pada tahun 2026, di antaranya penambahan dan pembangunan armada baru guna meningkatkan kapasitas layanan, optimalisasi utilisasi armada, peningkatan volume kargo, memperluas area operasional, serta memperkuat hubungan dengan pelanggan strategis.
Selain fokus pada ekspansi bisnis, perseroan juga menegaskan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang baik, pengelolaan risiko yang efektif, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Terkait penggunaan dana hasil IPO, manajemen menjelaskan bahwa perseroan memperoleh hasil bersih penawaran umum sebesar Rp158,4 miliar. Hingga April 2026, dana yang telah direalisasikan mencapai Rp75,1 miliar atau setara 47,4 persen dari total dana hasil penawaran umum.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan usaha, khususnya pembangunan tiga unit kapal baru yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.
“Penambahan armada ini merupakan langkah strategis perseroan dalam meningkatkan kapasitas angkut, memperluas jangkauan layanan, serta menangkap peluang pertumbuhan permintaan jasa transportasi laut di masa mendatang,” jelas manajemen.
Perseroan memastikan penggunaan dana hasil IPO dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai rencana penggunaan dana yang telah disampaikan kepada publik.
Adapun susunan direksi PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk terdiri dari:
* Ibu Go Sioe Bie selaku Direktur Utama
* Bapak Willyharto Tjandra selaku Direktur Operasional
* Bapak Anthony Samuel Rahmatharun selaku Direktur Keuangan
Sementara itu, berdasarkan ringkasan keuangan 2025, perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 3,25 persen, total aset naik 274,46 persen, total liabilitas meningkat 279,40 persen, dan arus kas operasional melonjak hingga 1.832,25 persen.
Pimpinan Redaksi Ando Hoinho Manihuruk

















